Dari runtuhnya ARPANET pada tahun 1980 hingga putusnya kabel bawah laut saat ini – sebuah catatan kronologis dari insiden yang membentuk cara kita membangun jaringan yang tangguh.
Kegagalan jaringan selama puluhan tahun mengungkap tema yang berulang tentang bagaimana internet rusak.
Setiap pemadaman listrik besar-besaran meninggalkan pembelajaran untuk membangun sistem yang lebih tangguh.
Dari jatuhnya AT&T pada tahun 1990 hingga pemadaman Facebook pada tahun 2021, kesalahan konfigurasi dan kesalahan operasional menyebabkan lebih banyak pemadaman dibandingkan faktor lainnya. Kompleksitas jaringan modern berarti satu kesalahan ketik dapat terjadi secara global.
Protokol Gerbang Perbatasan yang merutekan lalu lintas antar jaringan dirancang di era kepercayaan implisit. Beberapa dekade kemudian, kebocoran dan pembajakan rute terus berlanjut karena penerapan langkah-langkah keamanan seperti RPKI masih belum lengkap.
Kabel bawah laut membawa 95% data antarbenua, namun rentan terhadap jangkar, gempa bumi, dan gangguan yang semakin disengaja. Titik-titik rawan geografis seperti Laut Merah tetap menjadi titik kritis kegagalan.
Saat AWS us-east-1 mati, separuh internet merasakannya. Saat Cloudflare mengalami masalah, jutaan situs web tidak dapat dijangkau. Peningkatan efisiensi dari sentralisasi disertai dengan mode kegagalan yang sangat besar.
Latency Global memantau layanan Anda dari 70+ lokasi global. Dapatkan peringatan saat masalah muncul — bukan saat pelanggan mengeluh.
Mulai Uji Coba Gratis$5/bulan • Tanpa kontrak • Batalkan kapan saja